Lingkup Data CBIS #SIP

Standar

Hasil gambar untuk lingkup data cbis

Apa saja lingkup CBIS ? Mari kita simak uraian dibawah iniūüôā

A. Hirarki data

Menurut Kadir (2003), secara tradisional data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman (record) dan berkas (file).

  1. Elemen data

Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang menyangkut seorang pegawai.

  1. Rekaman (record)

Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama alamat, kota dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Menurut Sismoro dan Iskandar (2004), record adalah struktur data yang tersusun atas elemen-elemen yang jumlahnya tertentu dan tipe data elemennya dapat berbeda-beda.

  1. Berkas (file)

Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu subjek.

B. Penyimpanan (Direct Access Storage Device dan Sequantial Access Storage Device)

Menurut Gaol (2008), Penyimpanan akses langsung (Direct Access Storage Device) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Direct Access Storage Device memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam media penyimpanan. Menurut Ukar (2006), dalam pengambilan data tertentu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Oleh karena itu, prosesnya lebih cepat.

Menurut Anonim (2015), Sequantial Access Storage Device adalah metode mengambil data dari perangkat penyimpanan. Dengan akses sekuensial, perangkat harus bergerak melalui semua informasi sampai ke lokasi di mana ia mencoba untuk membaca atau menulis. Metode ini sering dikontraskan dengan akses random, di mana perangkat mungkin bergerak langsung ke lokasi tertentu di memori. Berdasarkan penjelasan Sulianta (2008),Sequantial Access Storage Device prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus selalu dimulai dari awal.

C. Pemrosesan : batch, online, real time

Menurut Rama dan Jones (2008), batch, online, real time adalah sebagai berikut :

  1. Batch, yaitu sekelompok dokumen kejadian atau record yang menunggu pencatatan, pembaruan atau pemrosesan lainnya.
  2. Online, yaitu alat yang aktif dan terhubung dengan komputer. Biasanya monitor, keyboard dan hard disk dipasang online ketika komputer menyala.
  3. Real time, yaitu suatu sistem dimana kejadian dicatat segera setelah terjadi, dan field ringkasan di tabel induk terkait segera diperbaharui.

Menurut Suyanto (2005) batch, online, real time adalah :

  1. Batch,yaitu suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukkan sebagai input dalam komputeruntuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang klasik.
  2. Online, adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini dalam banyak hal masih diperlukan peralatan tambahan untuk data yang dikirim dan diolah, yaitu Magnetic Tape Unit dan Disc Storage Device dan lainnya.
  3. Real time, adalah pengolahan data yang berjalan secara parallel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan.

 

Demikian penjelasan dalam lingkup data Computer Based Information System, SEMOGA BERMANFAATūüôā

Sumber :

Anonim. (2015). Sequential access. http://www.computerhope.com/jargon/s/sequacce.htm diakses tanggal 5 November 2015.

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta : PT Grasindo.

Kadir, A. (1993). Konsep & tuntunan praktis basis data. Yogyakarta: Andi Offset.

 

 

EVOLUSI CBIS #SIP

Standar

Berikut ini kita akan membahas tentang evolusi dari Computer Based Information Systemūüôā

Hasil gambar untuk EVOLUSI CBIS

CBIS (Computer Based Information System) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem-manusia-mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan organisasi. CBIS ini juga terdapat beberapa jenis evolusi

Evolusi perkembangan sistem informasi berbasis komputer ada beberapa tahap yaitu :

a.       Tahap ke-1

Awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntansi (pengolahan data elektronik / EDP). Pada tahap ini aplikasi Accounting Information System (AIS) menggunakan computer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana, di mana informasi untuk manajemen masih merupakan produk sampingan. Dalam bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

b.      Tahap ke-2

Muncul konsep SIM (Sistem Informasi Managemen) yaitu menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level aktivitasnya. SIM merupakan suatu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu area fungsional.

c.       Tahap ke-3

Ilmuwanan dari MIT (Messachusetts IT) memformulasikan sistem pendukung keputusan atas DSS. DSS ( Decision Support System) adalah penghasil informasi yang ditujukan untuk suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta pengambilan keputusan.

d.      Tahap ke-4

Berfokus pada komunikasi dengan adanya perkembangan OA (office automation). Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-processing, electronic mail, dan desktop publishing.

e.       Tahap ke-5

Berfokus pada konsultasi dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI) adanya Sistem pakar (expert systems) yaitu sistem yang menyediakan layanan  seperti layaknya seorang konsultan manajemen

Terdapat 5 jenis evolusi CBIS, kelima jenis tersebut adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA), Sistem Informasi Manajemen (SIM), Sistem Operasi Perkantoran, Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Pakar. Berikut ini akan dijelaskan mengenai kelima jenis evolusi CBIS tersebut :

1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

SIA merupakan suatu rangkaian yang berkaitan satu sama lain untuk mendapatkan informasi dari sebuah perusahaan untuk melakukan proses pencatatan akuntansi. Tugas sistem informasi yaitu pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, dan menyediakan dokumen. SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar dan menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

2. Sistem Informasi Manajemen (SIM)

SIM sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya.

Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.

3. Sistem Operasi Perkantoran

Otomasi perkantoran (Office Automation) mencakup semua system elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dari orang-orang didalam maupun diluar perusahaan. Kelompok pemakai OA adalah manajer, sekretaris, dan pegawai administrasi. Tujuan dari OA untuk mengurangi biaya administrasi, pemecahan masalah, dan pelengkap serta bukan pengganti. Beberapa contoh aplikasi OA yaitu pengolahan kata, e-mail, voice mail, kalender elektronik, konferensi audio/video, konferensi computer, imaging, dan desktop publishing.

4. Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu ystem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif-alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

1.   Mendukung proses pengambilan keputusan, menitik beratkan pada management by perception

2.   Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses pengambilan keputusan

3.   Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur  dan tidak terstruktur

4.   Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan

5.¬†¬†¬†Memiliki subsistem ‚Äď subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan item

6.   Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen

Tujuan

  • Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.
  • Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
  • Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.

5. Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer. Dimana komputer tersebut ditujukan agar dapat menyelesaikan masalah seperti apa yang biasa dilakukan oleh para ahli. Selain itu di dalam sistem pakar terdapat keuntungan, kelemahan dan bentuk sistem.

Keuntungan Sistem Pakar :

  • Bisa melakukan proses berulang secara otomatis.
  • Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
  • Meningkatkan output dan produktivitas.
  • Meningkatkan kualitas.

Kelemahan Sistem Pakar :

  • Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
  • Sulit dikembangkan.
  • Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.

Bentuk Sistem Pakar :

  • Berdiri sendiri: Merupakan software yang berdiri sendiri, tidak tergabung dalam software lain.
  • Tergabung: Merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional).
  • Menghubungkan ke software lain: Bentuk ini biasanya merupakan ystem pakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa CBIS (Computer Based Information System) merupakan sebuah sistem yang terintegrasi, sistem-manusia-mesin yang memanfaatkan perangkat keras, perangkat lunak, database dan prosedur yang bertujuan untuk menyediakan informasi yang mendukung kegiatan organisasi.

Dalam CBIS ini ada 5 tahapan evolusi, yaitu SIA, SIM, Sistem Operasi Perkantoran, Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Pakar.

Referensi :

http://blog.unsri.ac.id/mitha91/teknologi-informasi/sistem-pendukung-keputusan-decision-support-systems/mrdetail/9783/

http://bachtararif.blogspot.com/2012/10/sistem-informasi-bebasis-computer-cbis.html

http://di-cb.blogspot.com/2012/07/penjelasan-sistem-pakar.html

CBIS Secara Umum (Computer Based Information System)

Standar

 

Computer Based Information System (CBIS)

Image result for Computer basic information system

#Computer Based Information System (CBIS)

Apa itu CBIS ?

¬† ¬† ¬† Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi ‚Äúberbasis komputer‚ÄĚ mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer.

       CBIS memang diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari Sistem Informasi dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:

  • Penghematan waktu (time saving)
  • Penghematan biaya (cost saving)
  • Peningkatan efektifitas (effectiveness)
  • Pengembangan teknologi (technology development)
  • Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development)

Demikian gambaran umum¬† dan 5 hal pokok manfaat dari Computer Based Information System (CBIS). Semoga bermanfaatūüôā

Sumber :

YULIDC. (2012). Pengertian computer based information system (CBIS). Diakses pada 11 Oktober, 2012, dari http://www.perpuskita.com/cbis/624

Gader, Abdul. (2005). Managing Computer Based Information. United Kingdom : Idea Group.

http://informatika.web.id/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis.htm

Arsitektur Komputer & Struktur Kognisi Manusia [Sistem Informasi Psikologi]

Standar

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Arsitektur Komputer & Struktur Kognisi Manusia…. Mari kita mulaiūüôā

Hasil gambar untuk komputer

Menurut Astawa, arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut sebuah sistem yang dapat terlihat oleh seorang programmer (bahasa mesin/rakitan) atau atribut-atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi sebuah program.

Sora (2014) mengatakan bahwa arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.

Dari uraian diatas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya arti dari arsitektur komputer itu sendiri adalah susunannya dari bagian komputer yang terkecil hingga dapat membentuk sebuah komputer yang layak untuk digunakan. Komputer itu sendiri memiliki komponen-komponen yang wajib kita ketahui, apasih komponen dari arsitektur itu? Nah, menurut buku yang ditulis oleh Zaki & SmithDev Community tahun 2007, komponen komputer terdiri dari:

  1. Peranti input : menerima data dan memasukkannya ke dalam komputer.
  2. Peranti output : menampilkan hasil pengolahan data menggunakan komputer.
  3. Peranti CPU: berfungsi mengatur semua aktivitas yang terjadi di komputer.
  4. Peranti memori : digunakan untuk menyimpan data dan program.

Sebuah komputer tentunya memiliki;

Layar monitor, yang berfungsi untuk menampilkan gambar-gambar yang bisa dilihat, yang dihasilkan aleh komputer tanpa merekamnya. Motherboard, papan sirkuit utama di komputer dan terdiri dari system elektronik kompleks, nama lain dari motherboard adalah mainboard, baseboard, systemboard dan sering disingkat dengan mobo. Ke tiga adalah prosesor, yaitu komponen elektronik digital yang memiliki fungsi sebagai unit pemrosesan pusat. Ke empat adalah RAM, yaitu sebuah peranti penyimpanan data di komputer. Ke lima adalah keyboard dan mouse, digunakan untuk mengetik sedangkan mouse digunakan untuk mengarahkan kursor. Ke enam terdapat Drive Optik, yaitu komponen yang digunakan untuk membaca file yang terdapat dalam media CD atau DVD.

_____

Struktur Kognisi Manusia

Hasil gambar untuk struktur kognisi manusia

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan struktur sebagai cara sesuatu disusun. Berdasarkan definisi KBBI, dapat kita ketahui bahwa struktur merupakan sebuah susunan. Lalu, apa sih definisi kognisi manusia?

Berdasarkan KBBI, kognisi adalah kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri. Kognisi adalah kepercayaan individu tantang sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir mengenai seseorang atau sesuatu (Psikologikucom, 2014). Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau intelegensi. Jadi, disini yang dibicarakan adalah poses bagaimana manusia memperoleh sebuah informasi, yaitu dengan cara mengingat sesuatu kemudian memahami nya dan mengutarakannya melalui bahasa ataupun perilaku yang baik.

Seperti contoh: saya pernah memiliki pengalaman keterlambatan saat ujian dikarenakan tidak bisa mengatur waktu. Disaat ujian berikutnya, saya teringat akan kesalahan saya karena terlambat, kemudian saya menilai hal tersebut bahwa seharusnya saya bisa mengatasinya dengan baik. Kemudian saya mengutarakannya melalui tindakan, yaitu dengan berangkat lebih awal lagi dan mengatur waktu dengan baik.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa struktur konisi manusia adalah susunan sebuah proses berfikir, menilai, memahami dan menerapkan hasil berfikir tersebut kedalam sebuat bahasa atau perilaku yang baik. struktur kognitif manusia juga memiliki komponen, yang terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek sikap tertentu berupa fakta, pengetahuan dan keyakinan tentang objek (Anonim, 2010).

Apakah arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia memiliki hubungan? Berdasarkan pemahaman penulis, keduanya memiliki hubungan, yaitu sebuah arsitektur atau susunan komputer tidak bisa terbentuk tanpa sebuah informasi dan penalaran yang dimiliki oleh manusia. Tidak mungkin sebuah komputer tercipta begitu saja tanpa sebuah pemahaman dan tindakan dari manusia. Jadi, memang terdapat hubungan yang kuat antara arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia.

Kemudian, apakah kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia? Semua orang tentu sudah mengetahui kelebihan yang dimiliki oleh sebuah komputer, yaitu; kecepatannya dalam memproses data, mengolah data sesuai keinginan manusia, kemampuannya menyimpan dan mengolah data dalam jumlah yang besar, serta mampu memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat yang lain, dan masih banyak lagi.

Komputer yang kita ketahui begitu hebat, tentunya juga memiliki kelemahan. Apasih kelemahan dari komputer itu? Komputer tidak bisa berfungsi tanpa manusia, serta tidak mampu berjalan sendiri tanpa adanya instruksi. Komputer juga membutuhkan daya listrik dalam pengerjaannya.

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyebutkan kelebihan struktur kognisi manusia, yaitu kebalikan dari kekurangan sebuah komputer. Dalam memproses sebuah data, otak manusia tidak membutuhkan biaya ataupun daya listrik, otak manusia dapat bekerja kapan saja serta memiliki sasaran misalnya: saya memiliki tugas yang harus dikumpulkan besok hari, maka saya akan mengerjakannya sekarang agar besok sudah selesai. Jadi kalau manusia itu memiliki arah atau tujuan.

Struktur kognisi manusia juga memiliki kekurangan, apa saja? Kalau kita ketahui komputer memiliki kinerja yang cepat, berbeda dengan manusia. Proses berfikirnya tidak secepat komputer. Contohnya saja jika kita menghitung manual dengan menghitung menggunakan program di komputer. Tentu saja kinerja komputer dalam menghitung membutuhkan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan manusia.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pembaca serta bisa menjadi acuan dalam pembuatan tulisan yang lebih baik lagi. Untuk pembaca, kita perlu mengatur waktu dalam penggunaan teknologi. Utamakanlah kepentingan sekitar anda; keluarga, sahabat, serta lingkungan. Minimalisir lah penggunaan teknologi yang membuat kita ketergantungan dan melupakan lingkungan sekitar kita. Marilah kita menjadi pengguna teknologi yang cerdasūüôā

Sumber:

Anonim. 2010. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/M.ARIES/Pertemuan_V_Sikap.pdf

Astawa. http://euis.umn.ac.id/materipengajaran/TI/SK320-Organisasi%20dan%20Arsitektur%20Komputer/OrArKom1.pdf

Sora. 2014. Pengertian Arsitektur Komputer Secara Lebih Jelas. http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html

Zaki & SmithDev Community. 2007. Merakit PC: Panduan praktis merakit PC kurang dari 20 menit!. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

http://kbbi.web.id/struktur

http://kbbi.web.id/kognisi

Definisi Pengertian Kognisi Dalam Psikologi Menurut Para Ahli

http://saco-indonesia.com/?backlink=222&idd=1264

Pengertian Informasi & Sistem Informasi Psikologi

Standar

Hasil gambar untuk pengertian informasi dan sistem informasi psikologi

Kali ini kita akan membahas tentang Informasi, sistem, dan psikologis yang menjadi kesatuan dalam pembahasan sistem informasi psikologis . . .Yuk kita bahasūüôā

Apa itu Informasi?

Menurut Keeneth C. Laudon (2004) informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia. Kata informasi dapat diartikan berita yang mengandung maksud tertentu. Manusia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang selalu ingin dibagikan kepada orang lain. Pengalaman atau pengetahuan yang dikomunikasikan kepada orang lain tersebut merupakan pesan atau informasi. Jadi, pesan atau informasi menuntut adanya kehadiran pihak lain.

Secara umum, bidang sistem informasi dapat dilihat dengan pendekatan teknis dan pendekatan perilaku. Sistem informasi merupakan sistem sosioteknis. Bagian penting bidang sistem informasi melibatkan isu perilaku yang muncul dalam pengembangan dan pengelolaan jangka panjang dari sistem informasi. Ahli psikologi mempelajari sistem informasi dengan ketertarikan terhadap bagaimana pengambil keputusan manusia mengenal dan menggunakan informasi formal. Berdasarkan uraian diatas  sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang dirancang berdasarkan ketertarikan terhadap bagaimana pengambil keputusan manusia mengenal  dan menggunakan informasi formal.

Apa Itu Sistem Informasi Psikologi?

 Sistem Informasi Psikologi adalah suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. Contoh nyata dari pengaplikasian SIP dalam kehidupan adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

 Memang antara psikologi dan informasi Teknologi memiliki kaijan objek teoritis dan aspek berbeda mengenai hal apa yang menjadi objek ilmu mereka, namun dalam beberapa hal keberadaan Teknologi Informasi bisa menjadi suatu ilmu yang membantu dalam upaya pengembangan ilmu dan pemaksimalan dalam aplikasi ilmu Psikologi. E-counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media tersebut mereka dapat memberikan intervensi psikoterapi itulah yang disebut degan E-counseling atau e-mail counseling. E-mail counseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melalu internet, dimana proses terapi terlebih dahulu dilakukan melalui media ini, untuk kemudian menyusun rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face akan dilakukan.

Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberikan pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan komunikasi verbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya tidak ditemui dalam terapi face-to-face.

  • Komponen sistem informasi¬†:
  1. Hardware (perangkat keras)
  2. Software (perangkat lunak)
  3. Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data untuk menghasilkan output
  4. Basisdata : suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan proses pencarian informasi
  5. Jaringan komputer dan komunikasi data
  6. Brainware
  • Fungsi dari sistem informasi

Sistem informasi memiliki banyak peranan dalam suatu organisasi/institusi/perusahaan diantaranya adalah : turut serta dalam pelaksanaan tugas rutin: mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sistem; mengkoordinasikan subsistem-subsistem; dan mengintegrasikan subsistem-subsistem yang ada. Selain mempunyai banyak peranan sistem informasi juga mempunyai kemampuan yang dimiliki diharapkan dapat meningkat produktivitas, mengurangi biaya-biaya tertentu, meningkatkan servis terhadap konsumen, dan peningkatan dalam pengambilan keputusan.

Lalu Apa Fungsi dari sistem informasi psikologi?

Contoh nyata dari pengaplikasian Sistem informasi psikologi dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, sistem informasi psikologi yang seperti ini membuat proses yang lebih efektif serta efisien.

  Sumber:

  1. Blog

-http://image.slidesharecdn.com/papersippengantarsip-121014183531-phpapp02/95/paper-sippengantar-sistem-informasi-psikologi-12-728.jpg?cb=1350239785

-http://www.slideshare.net/coryditapratiwi/paper-sippengantar-sistem-informasi-psikologi

2. Buku

-Maryono, Y., Istiana, B. Patmi. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Yudhistira

-Gaol, Chr. Jimmy. (2008). Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Institute Perbanas: PT Grasindo.

Etika Menulis Artikel Online [Sistem Informasi Psikologi]

Standar

¬†Saat ini kita berada di zaman dimana segala bentuk informasi mudah di dapatkan seiring perkembangan zaman teknologi yang semakin maju, tentu hal ini merupakan suatu tantangan tersendiri, yang dimana setiap orang terutama generasi muda nya harus tetap menampilkan etika yang baik secara langsung mapun tidak langsung di dunia maya. Disini kita akan membahas etika yang berada di dunia maya atau online khususnya dalam penulisan artikel, karena pada umumnya informasi banyak orang dapatkan melalui artikel. So mari kita bahas satu persatuūüôā

Apa itu etika ?

  • Etika merujuk kepada analisis dan penerapan suatu konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
  • Etika sangatlah diperlukan dalam kehidupan sosial untuk menjaga keharmonian dan keselarasan sesama manusia.
  • Oleh kerana itu dalam menulis perlu ditanamkan dasar-dasar etika dan moral.

Terdapat 3 hal penting yang harus diperhatikan tentang etika dan kode etik dalam penulisan pada sebuah media adalah sebagai berikut:

  1. Gunakan bahasa yang sopan, baik dan benar

Gunakanlah bahasa yang sopan pada saat menulis sebuah artikel atau berita di sebuah media online. Karena internet tersambung dengan akses yang mencakup seluruh dunia. Dimana artikel atau berita yang kita muat pada internet dapat dibaca oleh siapapun dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita tidak menggunakan bahasa yang sopan maka cara pandang seseorang terhadap kita akan berdampak buruk pada pribadi serta lingkungan kita sendiri.

Janganlah menyingkat sebuah kata dalam pengetikan suatu artikel. Seperti kata ‚Äúyang‚ÄĚ disingkat menjadi ‚Äúyg‚ÄĚ, ‚Äúkepada‚ÄĚ menjadi ‚Äúkpd dan lain sebagainya. Hal itu hanya membuat pusing seseorang yang membaca artikel kita.

  1. Gunakan huruf kapital (capslock) seperlunya

Gunakanlah huruf kapital pada penulisan seperlunya. Karena jika kita menuliskan dengan menggunakan huruf kapital secara dominan, kata yang tertulis dapat berarti lain bagi seseorang yang membacanya. Sebaiknya tulislah berita atau artikel dengan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif. Karena pembaca sangat tertarik terhadap suatu artikel atau berita yang ditulis secara komunikatif. Bahasa yang baik dan benar pun memudahkan pembaca mengerti maksud dan inti dari sebuah berita yang disampaikan oleh kita sebagai penulis.

  1. Menggunakan EYD yang sesuai

Selain menggunakan bahasa yang sopan, penulisan dalam media pun harus menggunakan EYD yang sesuai. Dikarenakan penulisan yang menggunakan EYD secara yang sesuai pun dapat memudahkan pembaca untuk mengerti inti dari sebuah tulisan yang kita tulis. Dan juga dapat memberikan kesan yang positif terhadap pribadi si penulis. Tak jarang sebuah tulisan di media online digunakan untuk referensi tulisan bagi seseorang. Jadi jika sebuah artikel yang di tulis tidak memperhatikan EYD dengan baik sebagus apapun isi dari artikel tersebut orang lain tidak akan menjadikannya sebagai referensi.

Berikut ini kode etik jurnalistik dituangkan beberapa peraturan yang mendasar sebagai berikut bahwa Wartawan Indonesia :

  1. Bersikap independen untuk menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk,
  2. Menempuh cara-cara yang profesional,
  3. Menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah,
  4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
  6. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
  7. Memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
  8. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
  9. Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
  10. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  11. Melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

 Dalam penulisan artikel online pun diberlakukan kode etik yang serupa, dimana artikel yang ada di media sosial jangkauannya lebih meluas dan merata kepada masyarakat. Munculnya berbagai komunitas blog pun membuat kekuatan blogger dalam menyuarakan pesan mereka secara online tak diragukan lagi. Bahkan blog yang dimanfaatkan sebagai media publikasi tulisan-tulisan yang sifatnya akademik maupun ilmiah, telah banyak dijadikan rujukan bagi berbagai penelitian. Layaknya sebuah tulisan yang bisa diakses dan dibaca oleh semua pengguna internet di seluruh, tentunya dalam menulis blog diperlukan juga aturan-aturan yang menyangkut etika dalam berkomunikasi online.

Beberapa tahun belakangan ini, untuk meningkatkan kualitas blog dan tulisan para blogger itu sendiri, ada beberapa aturan baik tertulis maupun tak tertulis. Yang tertulis, tentunya berkaitan dengan implikasi hukum dari sebuah tulisan yang dipublikasi melalui blog. Sejumlah aturan hukum menjadi ‘alat pemaksa’ bagi para pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam menulis di blog mereka. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers, dan KUHP yang bisa menjerat penulis blog yang dianggap melanggar hukum.

Risa Amrikasari (konsultan HAKI dan penulis Blog) Mengungkapkan 12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog, yaitu: 

  1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
  3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
  6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
  7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
  8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
  9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
  12. Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Demikian semoga informasi terkait etika menulis artikel online ini dapat dipahamin dan dapat kita aplikasikan dalam memberikan segala bentuk informasi baik secara langsung ataupu tidak langsungūüôā

Sumber

  1. Berita

http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2011/06/30/150392/12-butir-etika-menulis-blog

  1. Buku

Sumadira, Haris .2008. Jurnalistik Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.

Wibowo, Wahyu. 2009. Menuju Jurnalisme Beretika. Jakarta: Kompas Media Nusntara.

  1. Adaptasi tugas PPT tentang Etika penulisan dan plagiat dari http://www.sajadstudio.info

Analisis Jurnal Kepuasan Kerja

Standar

KELOMPOK ABU ABU
JUDUL JURNAL : Implikasi Iklim Organisasi terhadap kepuasa Kerja dan Kualita Kehidupan
Kerja Karyawan
NAMA JURNAL : Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro
NO JURNAL : 1
VOLUME JURNAL : 3
TAHUN JURNAL : 2006, Juni

   Iklim organisasi adalah cara untuk mengukur budaya organisasi, yang dilakukan dengan cara anggota organisasi mempersepsi kondisi yang dirasakannya, Namun persepsi individu terhadap sesuatu dapat saja berubah tergantung pada siapa, bagaimana dan kapan mempersepsinya. Iklim organisasi tidak terjadi dengan sendirinya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi.

  Menurut Steers (1990) terdiri dari kebijakan organisasi yang mana semakin besar otonomi dan kebebasan mengambil tindakan sendiri oleh pegawainya akan semakin baik iklim kerjanya begitu juga sebaliknya, karena iklim organisasi yang baik ditunjukkan dengan adanya sikap keterbukaan, penuh kepercayaan dan tanggungjawab. Selain itu teknologi yang digunakan dalam organisasi juga mempengaruhi. Faktor yang lain adalah lingkungan luar organisasi yang secara langsung berkaitan khusus dengan pegawai misalnya saja krisis moneter yang terjadi di Indonesia yang mengharuskan perusahaan mem-PHK karyawannya. Terakhir yakni kebijakan dan praktek manajemen yang dilakukan organisasi. Sedangkan menurut Mondy faktor yang mempengaruhi iklim organisasi terdiri dari kelompok kerja, pengawasan manager, karakteristik organisasi, dan proses administrasi. Dalam tulisannya Robbins juga menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi terdiri dari individual initiatve, risk tolerance, integration, managemen support, control, identity, reward, conflict tolerance, dan communication patterrus.

   Kepuasan kerja merupakan sikap yang ada melalui penilaian terhadap situasi ditempat kerja. Bagi mereka yang menganggap bekerja itu menyenangkan dan selalu berfikiran positif, maka dengan sendirinya akan tercipta rasa nyaman dan nikmat dalam bekerja. Perasaan-perasaan yang seperti itu yang akhirnya menimbulkan perasaan puas dalam bekerja dan pada akhirnya menghasilkan kualitas kehidupan kerja yang baik. Sebaliknya, bagi mereka yang menganggap bekerja itu membosankan, banyak tugas dan lain sebagainya yang selalu berfikiran negative maka, rasa bosan itu sendiri akan muncul ketika bekerja, menurunnya gairah untuk bekerja. Jika sudah demikian, yang terjadi adalah produktifitas kerja akan menurun dan akhirnya kualitas kehidupan kerja yang baik tidak bisa tercapai dengan sempurna. Tetapi cara mengukur kepuasan kerja tersebut tergantung kepada siapa dan kapan hal tersebut dilakukan. Kualitas kehidupam kerja karyawan (QWL), merupakan suatu hal yang merujuk pada tingkat individu dapat memenuhi kebutuhan diri yang terpenting ketika bekerja di perusahaan (Bernadine & Russel 1998).

   Faktor negatif dari kualitas kehidupan kerja adalah kehilangan semangat kerja dan tingkat kebosanan (Jewell & Siegell, 1990). Kehilangan semangat kerja merupakan masalah yang berkembang dalam dunia bisnis di manapun. Menurut Smith (1953) salah satu ciri kebosanan adalah melamun ditempat kerja, namun menurut Geiwith (1966) faktor yang terkait dengan kebosanan adalah pembatasan, ketidaknyamanan, tugas kerja rutin, dan lingkungan kerja. Umstot (1990) memaknai kehilangan semangat kerja merupakan suatu kondisi mental, emosional dan kelelahan fisik yang dihasilkan dari bekerja dengan orang dan organisasi yang komplek melebihi rentang waktu yang ada. Lebih anjut di ungkap Umstot bahwa kehilangan semangat kerja ini terjadi karena tekanan kronis setiap hari dibanding satu kejadian kritis tertentu. Kelelahan dapat terjadi pada setiap jenis pekerjaan dan biasanya terjadi pada profesi utama.

Menurut Umstot ada lima kriteria yang bisa dijadikan acuan baik tidaknya QWL yakni ;
(1) kepuasan dan keadilan kompensasi yang mana akan mempengaruhi kualitas kehidupan kerja dan kualitas hidup,
(2) peluang untuk menggunakan dan mengembangkan potensi karyawan, karena pada dasarnya setiap karyawan menginginkan untuk dapat menggunakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki serta mempelajari hal-hal baru,
(3) integrasi sosial ditempat kerja, hubungan interpersonal dan hubungan kelompok sangatlah penting, karyawan membutuhkan rasa memiliki untuk memenuhi kebutuhan social mereka.
(4) konstitualisme di tempat kerja, terkait dengan hak-hak pekerja seperti privacy, proses pembayaran, kesamaan, dan kebebasan berbicara serta penghargaan atas hak individual.
(5) hubungan pekerja dengan kehidupan.

   Kesimpulannya adalah iklim organisasi itu sendiri lebih menjurus pada persepsi pegawai ataupun karyawan tentang kondisi organisasinya. Kondisi tersebut berupa kondisi fisik seperti suhu di tempat kerja, penerangan di tempat kerja, kebisingan di tempat kerja, dan arsitektur tempat kerja, sedangkan kondisi non fisik berupa distribusi jam kerja (Jewell & Siegell, 1989). Iklim organisasi sebagai kondisi yang dipersepsikan oleh karyawan, dan itu artinya persepsi individu karyawan yang satu akan berbeda dengan individu lainnya. Satu kondisi yang dirasakan begitu kondusif dan nyaman oleh seorang karyawan, mungkin saja tidak begitu bagi karyawan lainnya. Perbedaan cara mempersepsikan ini sendiri akan memberi pengaruh yang berbeda pada kepuasan kerja yang berbeda pada individu yang berbeda, yang selanjutnya kondisi tersebut akan menjadikan kualitas kehidupan kerja yang berbeda.

   Dan menurut kelompok kami, kenyamanan bekerja menjadi tujuan utama dalam proses peningkatan kondisi lingkungan kerja, sebab dari sini akan memunculkan rasa puas dalam bekerja dan kualitas kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kehidupan kerja. Iklim organisasi yang merupakan persepsi individu karyawan tentang organisasinya akan memberi pengaruh pada nyaman tidaknya pegawai bekerja di organisasi atau perusahaan tersebut. Karena kenyamanan bekerja merupakan syarat utama untuk dapat tercipta suasana kepuasan kerja karyawan, kualitas kehidupan kerja. Untuk itu peningkatan kepuasan kerja karyawan dan kualitas kehidupan kerja karyawan dapat dicapai dengan memperbaiki iklim organisasi.